Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label silat

Keunikan Senjata Trisula Pencak Silat

Salah satu senjata yang digunakan dalam seni bela diri Pencak Silat ini adalah Trisula atau Cabang (Indonesia), Tekpi (Malaysia), atau dapat disebut juga Sai bagi para praktisi bela diri Jepang. Trisula atau Cabang ini diyakini berasal dari Indonesia, dengan bukti yang ditemukan pada era Kerajaan Sriwijaya. Senjata Trisula atau Cabang ini adalah senjata yang cukup unik dikarenakan memiliki 3 bilah dan terdiri dari 2 bilah pendek dan satu bilah yang lebih panjang, yang diyakini sebagai senjata yang efektif untuk melawan senjata – senjata panjang seperti pedang maupun tongkat. Senjata ini juga berhubungan erat dengan budaya dari India yang tersebar di beberapa daerah di Asia Tenggara. Senjata ini juga banyak dipakai sebagai lambang sebuah perguruan pencak silat di Indonesia, maupun lambang IPSI sebagai organisasi Pencak Silat yang menaungi berbagai perguruan pencak silat di Indonesia.  Pemajangan Senjata Trisula di Keraton Surakarta Penggunaan senjata Trisula ini pada m...

Batalion Pesilat - GAPEMA (Gabungan Pencak Mataram)

BATALYON PESILAT : Memang Pernah Terbentuk di Yogyakarta Kedaulatan Rakyat edisi Kamis Pon, 7 Mei 1981 Gapema (Gabungan Pencak Mataram) Sejarah bangsa Indonesia memang tak lepas dari perjuangan, keringat dan darah telah dicucurkan dalam merebut maupun menjaga kemerdekaan, semua itu dapat terlihat dari sejarah kerajaan-kerajaan di nusantara yang sangat mahir dalam membela kedaulatan bangsanya ketika menghadapi ancaman-ancaman yang datang dan masih tersimpan baik dalam kekuatan militer bangsa Indonesia sampai pada saat ini. Dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan bangsa Indonesia, perjuangan militer bangsa ini memang sangat berpengaruh besar, namun pencak silat melalui para pesilatnya ternyata juga mempunyai andil dalam hal tersebut. Hal tersebut bisa dilihat mulai dari tokoh-tokoh seperti Pangeran Diponegoro, Si Pitung, Si Jampang dan sebagainya. Namun apakah kita pernah mendengar tentang Gapema ? Sebuah batalyon pesilat yang pernah terbentuk di Yogyakarta? Mungkin hanya sed...

RM. Sunardi Suryodiprojo (03 Apr 1914 - 05 Jun 1985)

Artikel tentang RM. Sunardi (Romo Nardi atau Den mas Nardi) "BAGAIMANA MENJADI SAKTI DI JAMAN MODERN" di Berita Nasional Mingguan No: 9 Minggu ke 1, bulan Juni 1974 "Di perguruan 'Tunggal Hati', yang dipimpin oleh RM Sunardi (64 th) hanya ada 3 tingkat. Sedang 'Merpati Putih', yang dipimpin oleh Purwoto HP yang pernah menjadi murid RM Sunardi, mengenal 6 tingkat."